Jumat, 20 Januari 2012

Ayah

Ayah, taukah kau
Aku di sini sendiri kesepian
Aku merindukan keramaian
Walaupun ada damai di dalamnya

Ayah maukah kau lihat diriku
Aku merasa tubuhku tidak berpihak padaku lagi
Mereka tak punya semangat
Aku merindukan kobarnya api semangatku

Ayah, maukah kau mendengarkan aku
Aku merasa tak hidup
Aku sendiri di teranganya siang, bahkan lebih dari itu
Maukah kau kembalikaan duniaku yang dulu

Ayah, tak kuat rasanya aku mengatakan itu semua padamu
Aku tak tega, melihat badanmu yang kian tua merenta
Rambutmu semakin banyak putihnya
Mata yang kesakitan melihat hidup ini
Tangan yang kekar, betapa kerasnya kau hidup di dunia ini
Aku tak tega, mengatakan sejujurnya kepada kau
Biarkan aku menyimpan semua ini

Ayah, maaf aku tak jujur
Maaf karna selama ini aku diam seribu bahasa
Aku tak ingin menambah bebanmu
Karna aku menyayangimu, Ayah...


18 Januari 2012

Aku Tak Ingin Menangis Lagi

aku ingin belajar menjadi wanita yang tegar, tidak mudah mengeluarkan air mata. itu baru niat, dan sekarang aku sedang tahap pembelajaran.
 lebih baik nyubitin tangan biar air mata ini nggak jatuh. kesabaranku benar-benar diuji. bukan hanya sabar... keikhlasanku juga.
aku ingin ujung hidupku adalah bahagia.

HANYA ORANG PECUNDANG SAJA YANG MENGHARAPKAN HIDUP SEMPURNA

aku tak ingin jadi orang yang pecundang.
aku adalah pemenang buat diriku sendiri.